Selasa, 28 Februari 2017
Nendi suhendi: Sasieureun Sabeunyeureun Pikeun Sunda: Kamus Sunda...
Nendi suhendi: Sasieureun Sabeunyeureun Pikeun Sunda: Kamus Sunda...: Sasieureun Sabeunyeureun Pikeun Sunda: Kamus Sunda-Indonesia (KARIA-KAYUNGYUN)
Jumat, 10 Februari 2017
KEMILAU MUTIARA : Kumpulan Asbabun Nuzul Quran Lengkap
KEMILAU MUTIARA : Kumpulan Asbabun Nuzul Quran Lengkap: Pentingnya ilmu asbabun nuzul dalam ilmu Al-Qur'an guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayat-ayatnya. Ilmu Asbabun N...
liric edgoustic :tegar
Aku bisa tegar karena-MuBisa berpikir hidup ini indahMeski tertatih terhempas-hempasTapi kucoba bertahan
Terima kasih tlah membuatku kuatSampai detik ini ku mampu tersenyumKu tak mau hidup di masa laluJalan hidupku masih terbentang panjang
Bila ku ingat semua yang pernah terjadiBiar biarlah saja tak mau aku terbelenggu
Aku bisa tegar karena-MuBisa berpikir hidup ini indahMeski tertatih terhempas-hempasTapi kucoba bertahan
Terima kasih tlah membuatku kuatSampai detik ini ku mampu tersenyumKu tak mau hidup di masa laluJalan hidupku masih terbentang panjang
Aku bisa tegar karena-MuBisa berpikir hidup ini indahMeski tertatih terhempas-hempasTapi kucoba bertahan
Jadilah Tukang Jahit
Filosofi tukang jahit.....

Ughh… kamu selalu begitu,”rutuk seorang kawan. Kamu memakai ukuran dan standardmu sendiri untuk segala hal. Mbokya kamu belajar dari tukang jahit!” Hmmm… tampaknya dia sedang lupa ingatan. Apa hubungannya sikap saya dengan tukang jahit? Belum selesai saya mencerna kalimatnya yang membingungkan itu, dia melanjutkan penjelasannya. “ ketika kamu datang ke tukang jahit, kamu pasti akan diukur terlebih dahulu. Semua orang diukur tanpakecuali. Tidak ada ukuran all size yang bisa dipakai untuk semua orang. Tiap orang unik, khas, dan tidak bisa disamakan dengan orang lain.,” tuturnya lancar. “Cobatempatkan diri sebagai tukang jahit. Lihat semua persoalan baik-baik sebelum menilai salah atau benar. Kenali dulu oranglain daripada langsung mengatakan mereka baik atau buruk. Bajumu belum tentu pas bagi orang lain.”Sindiran kawan di atas sangat tepat. Sadar atau tidak, sering kita menilai semua hal seperti ukuran diri kita sendiri. Kalau tidak sesuai, mudah sekali menyalahkan orang lain. Padahal, sangatlah mungkin ukuran yang kita percayai tak selamanya tepat.Filosofi sang tukang jahit sangat sederhana.Mengukur setiap orang sesuai ukurannya masing-masing, dan tidak sok tahu mengetahui ukuran orang lain meski sudahsangat berpengalaman soal ukur-mengukur. Namun, jika diterapkan, memunculkan sejumlah konsekuensi yang tak mudah diterima. Entah itu kesediaan menurunkan standard, kesabaran berproses, atau bahkan menerima kebenaran orang lain. Tidak mudah bukan?Diposkan oleh nendi suhendi
Ughh… kamu selalu begitu,”rutuk seorang kawan. Kamu memakai ukuran dan standardmu sendiri untuk segala hal. Mbokya kamu belajar dari tukang jahit!” Hmmm… tampaknya dia sedang lupa ingatan. Apa hubungannya sikap saya dengan tukang jahit? Belum selesai saya mencerna kalimatnya yang membingungkan itu, dia melanjutkan penjelasannya. “ ketika kamu datang ke tukang jahit, kamu pasti akan diukur terlebih dahulu. Semua orang diukur tanpakecuali. Tidak ada ukuran all size yang bisa dipakai untuk semua orang. Tiap orang unik, khas, dan tidak bisa disamakan dengan orang lain.,” tuturnya lancar. “Cobatempatkan diri sebagai tukang jahit. Lihat semua persoalan baik-baik sebelum menilai salah atau benar. Kenali dulu oranglain daripada langsung mengatakan mereka baik atau buruk. Bajumu belum tentu pas bagi orang lain.”Sindiran kawan di atas sangat tepat. Sadar atau tidak, sering kita menilai semua hal seperti ukuran diri kita sendiri. Kalau tidak sesuai, mudah sekali menyalahkan orang lain. Padahal, sangatlah mungkin ukuran yang kita percayai tak selamanya tepat.Filosofi sang tukang jahit sangat sederhana.Mengukur setiap orang sesuai ukurannya masing-masing, dan tidak sok tahu mengetahui ukuran orang lain meski sudahsangat berpengalaman soal ukur-mengukur. Namun, jika diterapkan, memunculkan sejumlah konsekuensi yang tak mudah diterima. Entah itu kesediaan menurunkan standard, kesabaran berproses, atau bahkan menerima kebenaran orang lain. Tidak mudah bukan?Diposkan oleh nendi suhendi
Kamis, 09 Februari 2017
Kisah sedih gadis miskin
Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung dan ratapan ranting pepohonan.Muha adalah seorang gadis remajayang cantik. Sebagaimana yang telah kami katakan, sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis. Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda dan bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia juga berhak merasakannya?Sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak dapat menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, walaupun ia tetap berada dalam pengawasan dokter dan bergantung dengan obat.Muha tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Ia menjadi seorang remaja yang cantik dan mempunyai akhlak mulia serta taat beragama. Meski dalam kondisi sakit namun ia tetapberusaha untuk mendapatkan ilmudan pelajaran dari mata air ilmu yang tak pernah habis. Walau terkadang bahkan sering penyakit kronisnya kambuh yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminang, walaupun ia sudah mendengar mengenai penyakitnya yang kronisitu. Namun semua itu sedikit pun tidak mengurangi kecantikan, agama dan akhlaknya…kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat penting. Tetapi mengapa?Bukankah ia juga berhak untuk menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengisi dan menyemarakkan kehidupannya sebagaimana layaknya wanita lain?Demikianlah hari berganti hari bulan berganti bulan si pemuda memberikan bantuan materi agar si gadis meneruskan pengobatannya di salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Terlebih lagi dorongan moril yang selalu ia berikan.Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan dan untuk mengarungibahtera rumah tangga.Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk menanyakan pengerjaan gaun pengantin yang masih berada di tempat si penjahit. Gaun tersebut masih tergantung di depan toko penjahit. Gaun tersebut mengandung makna kecantikan dan kelembutan. Tiada seorang pun yang tahu bagaimana perasaan Muha bila melihat gaun tersebut.Pastilah hatinya berkepak bagaikanburung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit dan memeluk ufuk nan luas. Ia pasti sangat bahagia bukan karena gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari yang terindah di dalam kehidupannya. Ia akan merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat adanya kecerahan dalam kehidupan.Bila gaun yang indah itu dipakai Muha, pasti akan membuat penampilannya laksana putri salju yang cantik jelita. Kecantikannya yang alami menjadikan diri semakin elok, anggun dan menawan.Walau gaun tersebut terlihat indah, namun masih di perlukan sedikit perbaikan. Oleh karena itu gaun itu masih ditinggal di tempat si penjahit. Sang calon berniat akan mengambilnya besok. Si penjahit meminta keringanan dan berjanji akan menyelesaikannya tiga hari lagi. Tiga hari berlalu begitu cepat dan tibalah saatnya hari pernikahan, hari yang di nanti-nanti. Hari itu Muha bangun lebih cepat dan sebenarnya malam itu ia tidak tidur. Kegembiraan membuat matanya tak terpejam. Yaitu saat malam pengantin bersama seorang pemuda yang terbaik akhlaknya.Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Muha memberitahukan bahwa setengah jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun tersebut agar ia dapat mencobanya dan lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantasuntuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi terdorong perasaan bahagia dan gembira akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terpenting dan paling berharga bagi dirinya, demikian juga halnya bagi diri Muha.
Karena meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Setelah itu mobil ambulans datang dan melarikannya ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya, beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia. Sementara telepon si penjahit berdering menanyakan tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai sekarang ia belum juga sampai ke rumah padahal sudah sangat terlambat.Akhirnyai penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali pun begitu, pihak keluarga tidak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaunitu.
Mereka malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya tidak memberi Muha banyak kesempatan. Tadinya sakit tersebut seakan masih berbelas kasih kepadanya, tidak ingin Muha merasa sakit. Sekarang rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan sepanjang hidupnya yang pendek.Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datangpula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Muha.
Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih danduka terhadap mereka.
Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan.
Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit.
Tiada yang memakai dan selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita tentang kisah sedih Muha. Setiap yang melihatnya pasti akan bertanya-tanya, siapa pemiliknya.?
: Kisah sedih Si Gadis Miskin
JIMAT LEMBUR: Kisah sedih Si Gadis Miskin: Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita ...
: Kisah sedih Si Gadis Miskin
JIMAT LEMBUR: Kisah sedih Si Gadis Miskin: Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita ...
Langganan:
Komentar (Atom)